Ringkasan Berita

Buntok - Pj Bupati Barito Selatan (Barsel) yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Barsel Yoga Prasetianto Utomo beserta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemkab Barsel mengikuti rangkaian penilaian Pemerintah Provinsi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023, bertempat di Aula Setda Kabupaten Barsel.

Umum Kabupaten
| 3 tahun yang lalu

Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kab Barsel

Fahry Rizaldy

Editor

MMCBarsel -  Buntok - Pj Bupati Barito Selatan (Barsel) yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Barsel Yoga Prasetianto Utomo beserta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemkab Barsel mengikuti rangkaian  penilaian Pemerintah Provinsi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023, bertempat di Aula Setda Kabupaten Barsel, Kamis (25/5/2023).


Berdasarkan laporan Pj Bupati Barito Selatan, dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Kabupaten Barito Selatan sebesar 35,6% atau naik 4,2% dari angka 31,4% pada tahun 2021. Target stunting Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2023 sebesar 22,05%, hal itu disampaikan oleh Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Faharuddin di Jakarta pada 10 maret 2022 lalu. Dengan demikian, tingkat prevalensi masih tinggi dan harus diatasi bersama-sama secara sinergis antar berbagai pihak artinya kita harus menurunkan sebesar 13,55% tahun 2023 ini.

Dijelaskan berdasarkan hasil analis dan rekomendasi, adapun jumlah desa lokus stunting di Kab. Barito Selatan pada tahun 2023 ditetapkan sebanyak 93 desa/kelurahan dan tahun 2024 ditetapkan sejumlah 31 desa/kelurahan lokus yang tersebar di 6 kecamatan se- Kabupaten Barito Selatan.

Program kegiatan tahun berjalan (2023) dan tahun rencana (2024) yang akan dilaksanakan adalah, program aksi perbaikan manajemen, penyusunan regulasi sinkronisasi program,perbaikan data sasaran, prioritas program 1000 HPK, sweeping kunjungan rumah bumil dan balita, kemitraan dengan TP-PKK dan kader, kemitraan dengan dunia usaha, perbaikan sistem monev dan pelaporan, Program aksi, perbaikan sdm, pelatihan kader posyandu, peningkatan peran Keluarga/suami, pelatihan kader pembangunan  manusia desa/kelurahan, pendampingan bumil  dan keluarga balita, perbaikan pola asuh, peningkatan komitmen tenaga kesehatan, program aksi perbaikan teknik, revitalisasi fungsi kelas ibu hamil,  media kie  interaktif, perluasan informasi, Refres petugas dan Petugas pengukuran antropometri, program aksi perbaikan kondidsi lingkungan, Perluasan jamban sehat, merubah prilaku, ipal komunal, peningkatan akses air bersih lokus  stunting.


Wujud komitmen pemerintah daerah kabupaten Barito selatan dalam APBD Tahun 2022 telah menganggarkan Rp. 23.366.775.498,00 dan pada tahun anggaran 2023 ini dianggarkan sebesar Rp. 25.368.856.980,00 guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Barito Selatan terdapat kenaikan   anggaran percepatan penurunan stunting pada kabupaten barito selatan dari tahun 2022 ke tahun 2023sebesar Rp. 2.002.081.482,00 atau 7,89%. Ditambah dengan komitmen CSR PT. ADARO   INDONESIA   dan mitra kerja   sebesar Rp. 750.000.000,00.

Dari hasil data dinas Kesehatan prevalensi stunting kabupaten Barito Selatan berdasarkan data  E-PPGBM bulan  Maret tahun 2023 adalah sebesar 20,86 % dari 3.845 balita yang diukur dengan  antropometri dari 7.938 sasaran balita atau sekitar 48,44%. Acara dihadiri oleh seluruh kepala perangkat Pemkab Barsel.(diskominfobarsel//HN2R)