Sosialisasi Program Kampung Iklim dan Pemeliharaan Kualitas Lingkungan, Upaya Mendukung Pencapaian Proklim
MMCBarsel-Buntok-Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan, bekerja sama dengan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah dan Yayasan Penabulu selaku penyandang dana, menggelar Kegiatan Sosialisasi Program Kampung Iklim bertempat di Ruang Pertemuan Dapoer Najwa, Kamis (09/04/2026).
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Barito Selatan Yoga Prasetianto Utomo mengatakan bahwa Program Kampung Iklim ini merupakan salah satu program dari pemerintah pusat yang memang juga sudah kita laksanakan, ada 29 desa yang sudah melaksanakan program Kampung Iklim ini, di mana besar harapannya kepada masyarakat diberikan edukasi untuk sama-sama melihat perubahan iklim ini.
“Mari kita bersama-sama beradaptasi untuk bisa menghadapi perubahan iklim ini dengan melakukan gerakan dan program yang dilaksanakan walaupun hanya lewat langkah kecil saja. Contohnya seperti memilah sampah, kemudian juga menanam pohon yang ada di sekitar tempat tinggal dan juga menjaga lingkungan, “ Ajak Yoga.
Lebih lanjut Yoga memaparkan Indonesia merupakan salah satu negara yang mana perubahan iklimnya sangat drastis, contohnya terjadi bencana hidrologi, gempa dan lain sebagainya, pasang surut, banjir dan lain sebagainya, keadaan ini sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan. Dengan adanya program kampung iklim ini, masyarakat diberikan edukasi kemudian mitigasi tentang bencana-bencana yang terjadi, sehingga bisa tetap kuat dan bertahan dan juga melakukan inovasi-inovasi untuk menghadapi semua kondisi ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Barsel Bilivson menambahkan bahwa salah satu desa di Kabupaten Barito Selatan yakni Desa Pararapak itu sudah sebagai Proklim Lestari, penghargaan tertinggi dalam Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang berhasil konsisten melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta membina setidaknya 10 wilayah lainnya di sekitarnya dan satu-satunya di Kalimantan Tengah. Di samping itu masih ada yang proklim Madia dan proklim Pratama.
“Kita akan terus tingkatkan proklim ini dan kita bersama dengan pemerintah daerah berkolaborasi dengan semua pihak, baik itu perusahaan, dan juga semua komponen masyarakat, agar iklim ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga nantinya juga akan menghasilkan perubahan, “ Kata Bilivson.
Bilivson menambahkan saat ini ada tiga krisis planet, yang pertama adalah perubahan iklim, kedua polusi, yang ketiga itu hilangnya keanekaragaman hayati. Ketiga hal ini perlu diselesaikan bersama oleh pemerintah daerah dan tingkat pusat tingkat sampai ke desa. Berharap dengan kegiatan sosialisasi ini, menyamakan gerak langkah dan kolaborasi. Lewat kegiatan Proklim ini, semua masyarakat desa akan mendapat manfaat dari apa yang diberikan oleh pemerintah melalui Yayasan Penabulu.
(diskominfoSP//E2N) Materi foto : JN