Ringkasan Berita

Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang ke-II tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. DPRD Kabupaten Barito Selatan dalam sidang tersebut juga menyampaikan sebanyak 835 aspirasi masyarakat yang diterima pada saat pelaksanaan reses.

Umum Kabupaten
| 2 bulan yang lalu

Rapat Paripurna DPRD Barsel, Bupati Sampaikan LKPJ Terhadap APBD Tahun 2025

T2R Editor

Editor

MMCBarsel-Buntok-Bupat Barito Selatan Eddy Raya Samsuri dan Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha hadiri Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang ke-II tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 di Graha Paripurna DPRD Barsel, Senin (30/3/2026).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Barsel Farid Yusran, didampingi Wakil Ketua I DPRD Barsel, Ideham dan Wakil Ketua II Rusinah, dan Anggota DPRD Barsel lainnya. DPRD Kabupaten Barito Selatan dalam sidang tersebut juga menyampaikan sebanyak 835 aspirasi masyarakat yang diterima pada saat pelaksanaan reses.

Dalam laporan yang disampaikan oleh juru bicara DPRD, Mastini, ini merupakan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dari di enam kecamatan se-Barsel pada reses yang dilaksanakan selama 6 hari, yaitu pada tanggal 7,8 dan 11 s/d 14 Februari 2026.

Berikut ini adalah rangkuman aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan yakni Bidang Pendidikan : Pembangunan dan rehabilitasi sekolah (contoh: Madrasah, SD, SMP, SMA) di berbagai desa. Penambahan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan. Bantuan sarana pendidikan, seperti buku dan seragam sekolah; Bidang Kesehatan: Penyediaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis (contoh: Puskesdes, Puskesmas). Penambahan tenaga medis dan paramedis. Pembangunan sarana kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan posyandu; Bidang Infrastruktur: Rehabilitasi jembatan dan jalan di berbagai desa. Penyediaan air bersih dan pembangunan siring penahan abrasi. Peningkatan akses listrik dan perbaikan jaringan telekomunikasi. Fasilitas umum lainnya seperti penerangan jalan umum (PJU); Bidang Keagamaan dan Fasilitas Sosial: Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas keagamaan (contoh: masjid, gereja) di berbagai desa. Peningkatan pusat kegiatan masyarakat dan aula serbaguna. Penyediaan alat ibadah dan fasilitas sosial; Bidang Perekonomian: Bantuan untuk nelayan, peternak, dan petani. Penetapan dana untuk pengembangan ekonomi, seperti kawasan industri. Dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Bupati Barito Selatan dalam sambutannya mengatakan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian masih terdapat kekurangan dan kekhilafan dan melalui momentum ini, Pemkab Barsel berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, pengabdian yang telah kita jalani selama Ramadan, dapat terus kita jaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, “ Kata Eddy Raya.

Bupati Eddy Raya Samsuri juga lebih rinci menyampaikan capaian relisasi APBD Tahun 2025.

Pertama, dari Pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 mengalami kenaikan sekitar Rp.148,9 miliar, dari sekitar Rp.1,49 triliun menjadi Rp.1,64 triliun. Jika dilihat lebih rinci: Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mengalami penurunan sebesar Rp.32.4 miliar dari Rp152.6 miliar menjadi sekitar Rp120,2 miliar, terutama disebabkan penurunan pada sektor pajak daerah sebesar Rp.34 miliar; Pendapatan transfer tercatat sekitar Rp.1,28 triliun, yang masih menjadi sumber utama pendapatan daerah; Sementara itu, lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp.219.7 miliar dari 22 miliar menjadi sekitar Rp.241,7 miliar, terutama dari penyesuaian pendapatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Secara keseluruhan, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar 98,9 persen.

Kedua, dari sisi belanja daerah, Belanja daerah mengalami kenaikan sekitar Rp.81,2 miliar, dari sekitar Rp.1,71 triliun menjadi Rp.1,79 triliun. Adapun rinciannya: Belanja Operasi sekitar Rp.1,07 triliun, dengan komponen terbesar pada: belanja pegawai sekitar Rp.549 miliar, serta belanja barang dan jasa sekitar Rp.468 miliar; Belanja Modal sekitar Rp.525 miliar, yang difokuskan pada: pembangunan gedung dan bangunan, serta infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi; Belanja Tidak Terduga sekitar Rp.10,3 miliar, yang digunakan untuk penanganan keadaan darurat; Belanja Transfer sekitar Rp.185,9 miliar, terutama untuk bantuan keuangan kepada desa. Dari kondisi tersebut, defisit anggaran yang semula sekitar Rp.215,8 miliar berhasil ditekan menjadi sekitar Rp.148,1 miliar.

Ketiga, dari sisi pembiayaan daerah, Penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya sebesar sekitar Rp.164,1 miliar; Pengeluaran pembiayaan sebesar sekitar Rp16 miliar, yang digunakan untuk pembayaran cicilan pokok utang: Sehingga diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp.148,1 miliar, yang mampu menutup defisit anggaran. Perlu kami sampaikan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan global. Adapun hasil final akan disampaikan setelah melalui proses audit oleh BPK RI.

Selanjutnya, disampaikan beberapa capaian kinerja Pemerintah Daerah Tahun 2025.

Pertama, di bidang Pendidikan, Pemerintah Daerah terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Dengan jumlah penduduk mencapai 137.055 jiwa, pelayanan pendidikan terus dioptimalkan melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan. Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana pendidikan, serta penguatan program wajib belajar. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Kedua, di bidang ketahanan pangan, Pada sektor ketahanan pangan, Pemerintah Daerah berhasil menunjukkan kinerja yang cukup baik. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2025 mencapai 7.250,13 ton atau sebesar 100,04 persen dari target yang ditetapkan sebesar 7.247,18 ton. Namun demikian, Skor Pola Pangan Harapan (PPH) baru mencapai 89,25 persen dari target 97 persen, yang menunjukkan bahwa kualitas konsumsi pangan masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui diversifikasi pangan dan edukasi gizi.

Ketiga, di bidang Kesehatan, Pada sektor kesehatan, capaian kinerja menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Angka Kematian Ibu berhasil ditekan menjadi 85 per 100.000 kelahiran hidup atau mencapai target 100 persen, dengan jumlah kasus sebanyak 2 orang. Demikian pula Angka Kematian Bayi tercatat sebesar 6 per 1.000 kelahiran hidup, yang juga telah memenuhi target 100 persen. Sementara itu, prevalensi stunting tercatat sebesar 19,06 persen, atau mencapai 98 persen dari target 18,8 persen. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, meskipun upaya percepatan penurunan stunting masih perlu terus ditingkatkan.

Keempat, di bidang infrastruktur. Pembangunan infrastruktur terus menjadi prioritas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rasio rumah layak huni pada tahun 2025 mencapai 0,219 atau sebesar 114,09 persen dari target yang ditetapkan. Penanganan kawasan kumuh juga menunjukkan capaian signifikan, yaitu sebesar 0,386 persen atau 257,41 persen dari target. Namun demikian, tingkat ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru mencapai 53,21 persen dari target 98 persen, yang menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

Kelima, di bidang kependudukan, Dalam bidang kependudukan, jumlah penduduk Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 137.055 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Dusun Selatan sebesar 60.494 jiwa atau 44,14 persen. Pemerintah Daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas keluarga melalui indikator Indeks Pembangunan Keluarga (Ibangga) dengan target 59,00 serta Indeks Pembangunan Gender sebesar 92,95, sebagai bagian dari pembangunan manusia yang inklusif dan berkeadilan.

(diskominfo-SP-Barsel//E2N) materi, foto: JN, BUZ