Ringkasan Berita

Sekolah Lansia sangat penting, sekolah lansia hadir sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang pemerintah serta masyarakat, agar para orang tua mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin, memperoleh perlindungan sosial, mendapatkan ruang beraktivitas, memiliki kesempatan untuk tetap berdaya, mandiri, dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan.

Umum Kabupaten
| 6 bulan yang lalu

Wabup Barsel Khristianto Yudha Sampaikan Materi pada Sekolah Lansia S2

Endang

Author

MMCBarsel-Buntok-Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Khristianto Yudha menyampaikan Materi pada Sekolah Lansia S2 (Standart 2) "Sejahtera" bertempat di Aula Kantor Kelurahan Jelapat Kabupaten Barito Selatan, Selasa (02/12/25).



Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Khristianto Yudha menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang hadir, orang-orang yang telah melahirkan, membesarkan, dan membimbing generasinya hingga seperti sekarang.
Wabup menegaskan, lansia adalah “orang tua bangsa” yang kehadirannya sangat berarti. Pemerintah hadir kepada semua orang tua, bukan hanya untuk memberikan pelayanan, tetapi juga untuk memastikan bahwa masa lansia adalah masa yang tetap sehat, bermartabat, dan membahagiakan.



Lebih lanjut Wabup menjelaskan Sekolah Lansia sangat penting, sekolah lansia hadir sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang pemerintah serta masyarakat, agar para orang tua mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin, memperoleh perlindungan sosial, mendapatkan ruang beraktivitas, memiliki kesempatan untuk tetap berdaya, mandiri, dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan.



“Kami percaya bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti berkarya, justru pada usia inilah pengalaman hidup Bapak dan Ibu menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda, “ Kata Khristianto Yudha.



Kesehatan adalah hal yang sangat penting. Dengan menjaga kesehatan, melalui pemeriksaan rutin, pola makan sehat, istirahat cukup, dan tetap aktif bergerak, para orang tua bisa menikmati hari tua yang tenang tanpa banyak keluhan.
Kegiatan seperti senam, berjalan santai, berjemur pagi hari, atau sekadar bercengkerama dengan keluarga adalah bentuk aktivitas sederhana yang membuat tubuh tetap bugar dan pikiran tetap segar.
Tidak kalah pentingnya adalah kesehatan jiwa. Lansia bukanlah beban. Mereka tetap memiliki peran, tetap dibutuhkan, tetap dihargai. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat membantu agar para lansia merasa dicintai dan dihormati.

Peran Lansia dalam Keluarga adalah “sekolah kehidupan” bagi anak cucu. Dari pengalaman panjang orang tua, perjuangan, kerja keras, kegigihan, keteladanan, generasi muda dapat belajar tentang kesabaran, semangat hidup, dan cara menghadapi zaman yang terus berubah.


“Karena itu, kami ingin lansia tetap produktif. Produktif bukan berarti bekerja seperti dulu, tetapi tetap, berbagi cerita, memberi nasihat, membimbing anak cucu, menjaga semangat hidup, dan menjadi teladan kebaikan, mengajar tidak harus di kelas, tetapi melalui kebijaksanaan dan ketulusan hati. “ lanjutnya.


Wabup berpesan kepada seluruh keluarga dan masyarakat, agar jangan pernah menelantarkan orang tua kita. Mereka adalah sumber berkah, hadirnya mereka adalah anugerah. Rawatlah para lansia dengan penuh cinta dan kesabaran. Luangkan waktu untuk menyapa, menanyakan kabar, dan meminta restu. Ingatlah, perhatian sekecil apa pun dapat membuat hati para lansia terasa hangat, dihargai, dan bahagia. Hormati keputusan serta keinginan para lansia, selama tidak membahayakan diri mereka. Menghargai pilihan mereka adalah bentuk penghormatan pada martabat dan pengalaman hidup yang telah mereka jalani.



Bagi generasi muda, mari kita siapkan diri menjadi generasi yang peduli dan menghormati lansia. Suatu saat, kita pun akan memasuki usia ini. Belajar dari lansia berarti belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan.


“Mari kita jaga dan rawat orang tua kita dengan sebaik-baiknya, karena merekalah sumber keberkahan dalam hidup kita, “ Tutup Wabup mengakhiri sambutan.



Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencanan (P3APPKB) Kab Barsel menyampaikan laporannya yang dibacakan oleh Lurah Jelapat bahwa Sekolah Lansia Sejahtera ini dibentuk pada 22 Mei 2024 melalui Surat Keputusan Lurah Jelapat Nomor 05 Tahun 2024. Sekolah Lansia Sejahtera Standar I (S1) telah mewisuda 20 orang Lansia Tangguh dengan 7 dimensi pada tahun 2024. Di dalam 1 kurikulum penuh Sekolah Lansia terdapat minimal 12 kali pertemuan di dalam 1 tahun.
Adapun kegiatan Sekolah Lansia di antaranya yaitu pembukaan diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan, pengukuran antropometri, ruang diskusi mengenai kehidupan sehari-hari, kegiatan inti yaitu penyampaian materi oleh kader sesuai dengan topik pada jadwal pertemuan (sesuai kurikulum).

Turut hadir yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencanan (P3APPKB) Kabupaten Barito Selatan, Camat Dusun Selatan, Panitia Pelaksana, dan tamu undangan lainnya.(diskominfoSP-Barsel//E2N) materi ; foto : BUZ